Indah, tanteku yg tak pernah kulihat
Indah Muchlisah Ambarwangi itu adalah nama panjang tanteku, adik bunda. Tapi sayangnya, aku belum pernah melihatnya. Kalau melihat dari fotonya sih, tanteku itu caaanntiiik sekali, kayak bintang film.
Tapi, aku sendiri gak tau apa itu artinya bintang film, aku cuma dikasih tau aja sama bunda, kalo tanteku itu mirip bintang film.... itu tuh, yang sering muncul di TV....Kalo arti kata cantik sendiri sih, aku tau...... artinya wajahnya mirip aku, soalnya bunda sering bilang kalau aku ini cantik, berarti tanteku itu mirip aku ya....

Kata bunda, tanteku seorang wanita pemberani. Sukanya naik dan memanjat gunung !!
Terus, tanteku itu orangnya juga pintar dan cerdas. Soalnya, dari SD sampai SMA selalu juara kelas, dan nilai NEMnya selalu yang paling bagus sesekolah!! padahal, kata bunda, tanteku itu jarang sekali belajar.
Aku jadi pingin pintar juga deh, kayak tanteku itu, bisa gak ya..... ??
Kata bunda sih, pasti bisa!! asal aku rajin belajar pasti nanti pintarnya bisa melebihi tanteku itu. Sekarang aja aku selalu belajar. Belajar mengaji, belajar mengenal huruf, belajar mengenal angka, belajar membaca, belajar menyanyi.... wah, pokoknya banyak deh !! biar aku cepat pintar, kayak tanteku.
Tanteku temannya buanyaaak sekali, soalnya, tanteku orangnya ramah dan suka ikut dalam berbagai macam kegiatan disekolahnya. Dia terkenal disekolah, semua orang disekolah, pasti kenal tanteku. Wah...!! hebat ya tanteku itu..... Kata bunda, tanteku itu dulu orangnya tinggi dan badannya agak gemuk, soalnya tanteku doyan sekali makan, kalau lagi makan, pasti selalu nambah, dan nambahnya sama banyaknya sama makannya yang tadi.... gimana gak ndut badannya !! kayak aku....
tapi, bedanya aku gak suka makan... tapi sukanya minum susu, dalam sehari aku bisa minum susu sebanyak 10 botol @ 125 cc. Bunda kadang-kadang sampe kesel, soalnya kalau aku terlalu banyak minum susu nanti makanku jadi sedikit dan suka muntah... 
Waktu selesai SMA, tante lalu kuliah di Universitas Gajah Mada Yogyakarta jurusan Psikologi.
Disana, bakat memanjat gunung tanteku langsung tersalurkan (ini bahasanya bunda yg nulis lho... bukan aku..
). Tante jadi seriiiing sekali naik dan memanjat gunung !! wah.... apa gak bosen ya?? Hmm........ kata bunda, organisasi itu adalah tempat berkumpulnya orang-orang untuk melakukan suatu kegiatan. Kegiatannya banyaaaakkk sekali, sampe bundaku sendiri juga gak tau. Sampai pada suatu hari, waktu itu kata bunda tgl 20 November 2005 , tanteku sehabis pulang kuliah terus ada rapat organisasinya, pulang rapat itu udah malam kira-kira jam 9 dan pada waktu itu hujan gerimis. Karena takut hujannya tambah besar, tanteku minta dianterin pulang sama temennya sambil dibonceng naik motor. Tiba-tiba, gak tau kenapa, motornya selip, tanteku yg duduk dibelakang langsung terlempar kedepan, dan kepalanya membentur trotoir, langsung seketika itu tanteku meninggal dunia.
Eyang putri dan Eyang kakung langsung menangis dan lemes waktu melihat peti jenazah tante Indah, semua saudaraku, tantenya bunda, Omnya bunda, sepupunya bunda semua pada gak menyangka kalo tante Indah akan meninggal dunia secepat itu. Sekitar jam 10 pagi, temen-temen tante Indah dari Yogya, dosen-dosen pada berdatangan ke Solo. Temen-temennya tante Indah buaanyaaaakkkk sekali !!
temen-temen tante Indah yg di Jakarta juga pada datang ke rumah eyang, pas jenazah mau dibawa ke masjid buat di sholatkan, temen-temennya pada rebutan yg mau mengangkat peti jenazahnya. Begitu juga pas jenazah mau dibawa ke pemakaman keluarga di daerah Pajang Solo untuk dimakamkan. Sehabis sholat zuhur, tante dimakamkan disana, temen-temennya pada ikut mengantarkan sampe ke pemakaman. Padahal saat itu cuaca kan lagi panas-panasnya pas jam 12 siang, tapi temen-temennya tanteku tetap setia kawan menunggu sampai selesai pemakaman jam 3 sore. Kata bunda, tanteku itu memang orang yg baik. Buktinya yg datang mengantarkan kepergian tanteku banyaaaakkk sekali, sampai-sampai tetangga eyang buyutku dan petugas pemakaman heran, dikira yg meninggal dunia itu seorang pejabat atau anaknya pejabat, bahkan keluarga juga turut heran. Sampai 7 hari meninggalnya tanteku itu, masih banyak juga temannya yg datang untuk turut mengucapkan belasungkawa.
Hikmah dari kejadian itu, kata bunda, kita tidak boleh menilai orang dari luarnya saja. Buktinya tanteku itu, dikeluarga terkenal sbg anak manja, pemberontak dan susah diatur. Tapi ternyata dibalik sikapnya tersembunyi sesuatu yg baik yg keluarga sendiri tidak tau. Jika berbuat kebaikan jangan mengharapkan pujian atau pamer pd orang lain, seperti tanteku itu. Kebaikannya akan selalu dikenang orang sepanjang masa. Bahkan sampai sekarang pun, kata petugas pemakaman yg mengurus makam tanteku, masih sering dikunjungi oleh temen-temennya, disaat tgl meninggalnya dan pada saat menjelang puasa dan lebaran. Subhanallah tanteku !! aku bangga sekali mempunyai tante spt dia dan ingin mencontoh keteladanannya, walaupun dia tanteku yg tak pernah kulihat.



>